Jumat, 08 Januari 2016

Analisi Teknologi WiMax

WiMAX (Wireless Interopebality for Microwave Access)
WiMAX singkatan “Worldwide Interoperability for Microwave Access” merupakan salah satu teknologi dengan standar nirkabel IEEE. 802.16X-2004 yang penggunaannya dipakai pada MAN (Metropolitan Area Network). WiMAX sendiri hadir dengan solusi akses untuk jaringan   nirkabel   (wireless). WiMAX sendiri   mulai   dilirik   oleh   banyak   kalangan pengguna internet di dunia untuk menggantikan Wi-Fi (Wireless Fidelity) yang memiliki keterbatasan dalam hal akses




Penerapan WiMax
Penerapan WiMAX akan melewati tiga fase yaitu sebagai berikut:
·  Pertama, penggunaan teknologi WiMAX berbasis spesifikasi IEEE 802.16d dengan menggunakan antena luar untuk melayani pelanggan yang dikenal di suatu lokasi tertentu.
·         Fase    kedua,     pengembangan     antena       luar,     meningkatkan      peran   teknologi WiMAX   melalui   penerapan   di   lokasi   si   pelanggan.
·         Fase ketiga,  meluncurkan    spesifikasi    IEEE    802.16e,    dimana    perangkat    keras WiMAX –Certified    tersedia  sebagai    solusi  portable  untuk  para  pengguna  yang akan melakukan roaming antar wilayah layanan (komunikasi data, suara dan video) yang akan   menghubungkan   layanan   Wi-Fi   yang   ada   sekarang   ini.



Karakteristik WiMax
WiMAX   merupakan   standar   IEEE   802.16   yang   membawahi   aneka   standar turunannya. Standar ini mengatur penggunaan perangkat nirkabel untuk keperluan jaringan perkotaan   (Metropolitan   Area   Network/MAN).   Standar   ini   khususnya   dirancang untuk memenuhi   kebutuhan   jaringan   akan   akses   nirkabel   berkecepatan   tinggi   atau BWA (broadband wireless access). Kehadiran teknologi ini diharapkan akan memungkinkan akses terhadap aneka aplikasi multimedia via koneksi nirkabel dengan jarak antar perangkat yang lebih jauh. Standar 802.16 (dan turunanannya) beroperasi pada pita frekuensi radio antara 2GHz sampai 11GHz. Standar ini memiliki transfer rate 75Mbit per detik dengan tingkat latency   yang   rendah,   dan   efisiensi   penggunaan   ruang   spektrum   frekuensi. Untuk mengamankan koneksi yang terjadi, standar ini juga telah mendukung feature enkripsi data, dengan pengaturan kesalahan bertipe Forward Error Correction (FEC). Jarak yang bisa dijangkau oleh standar ini dapat diperluas sampai sekitar 30 mil, atau sekitar 48 kilometer dengan tingkat throughput yang masih memadai untuk mentransfer data.  WiMax terbagi menjadi dua model pemanfaatan yang masing-masing diwakili oleh dua standar IEEE yang berbeda.   Model   pemanfaatan   pertama   adalah   pemanfaatan   fixed-access,   atau sambungan tetap yang menggunakan standar IEEE 802.16-2004 (sebagai hasil revisi atas standar IEEE 802.16a). Standar ini termasuk dalam golongan layanan "fixed wireless" karena menggunakan antena yang dipasang di lokasi pelanggan. Antena ini dapat dipasang di atap atau tiang tinggi persis seperti cakram parabola untuk TV. Teknologi dari standar inilah yang menjadi   subsitusi   dari   teknologi-teknologi   seperti   modem   kabel,   segala   macam digital subscriber line (xDSL), sirkuit transmit/exchange (Tx/Ex), dan sirkuit optical carrier (Oc-x) Sementara   model   pemanfaatan   kedua,   sering   disebut   pemanfaatan   portable atau mobile yang menggunakan standar IEEE 802.16e. Standar ini khususnya diimplementasikan untuk komunikasi data pada aneka perangkat genggam, atau perangkat bergerak (mobile) seperti PDA atau notebook.

Keuntungan WiMAX
Dengan   penerapan   standar   IEEE   802.16-2004,   diharapkan   akan   didapat   aneka keuntungan,     seperti     tersedianya    layanan   jaringan    secara   lebih    cepat    (bahkan  di daerah  yang  sulit  dijangkau  oleh  jaringan  berbasis  kabel),  biaya  instalasi   yang   lebih rendah,  dan  kemampuan  untuk  mengatasi  batasan  fisik  yang terdapat dalam jaringan berbasis kabel. Untuk menjaga    agar    kinerjanya    tetap    optimal  , jaringan 802.1 juga mendukung    QoS    (quality of    service) yang sangat diperlukan dalam koneksi audio dan video.
Implementasi    standar    802.16    ini    akan    mendatangkan    keuntungan    bagi    para operator  (dan  penyedia  layanan  jaringan)  maupun  bagi  para  pengguna.    Keuntungan ini antara   lain  tersedianya   layanan  broadband   on   demand,   layanan   broadband   di perumahan,  layanan  jaringan  di  daerah  terpencil,  serta  dimungkinkannya    penjelajahan (roaming)   antar-MAN   hotspot   oleh   pengguna.
Dengan adanya broadband on demand, tempat-tempat yang tadinya belum memiliki akses Internet berkecepatan tinggi (karena terbatasnya daerah cakupan modem kabel dan DSL), akan bisa mendapatkan layanan braodband tanpa menunggu lama. Bagi bisnis modern dan perusahaan-perusahaan besar, akses Internet semacam ini tentulah merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Juga bagi para pengguna rumahan yang sejak lama mendambakan akses broadband. Kehadiran standar 802.16 akan memungkinkan mereka mendapatkan layanan sekualitas DSL dengan instalasi yang lebih mudah dan jarak yang lebih jauh.
Seperti kita ketahui, layanan DSL memiliki keterbatasan jarak, yakni sekitar 5 km dari pelanggan ke sentral telepon otomat/STO. Jika lebih panjang daripada jarak ini, biasanya akan terjadi penurunan kualitas. Karena itu, layanan DSL biasanya hanya dijumpai di daerah perkotaan.   Dengan   menggunakan   akses   via   jaringan   802.16   ini,   niscaya   lokasi calon pelanggan Internet tidak akan menjadi masalah besar lagi. Penggunaan jaringan 802.16 ini juga memungkinkan perusahaan untuk secara mudah terkoneksi ke layanan broadband, saat harus pindah dari satu lokasi bisnis tertentu ke lokasi bisnis lainnya (atau saat melakukan ekspansi bisnis atau usaha). Tanpa harus tergantung pada layanan kabel telepon, perusahaan akan bisa menghubungkan cabangnya ke kantor pusat via Internet atau VoIP menggunakan jaringan 802.16


0 komentar:

Posting Komentar